Wisuda ke 133 :D

Mau cerita tentang wisuda nih, tapi bukan berarti saya yang di wisuda hloo ya. Karena jatah saya masih tahun depan #amin. Bersyukur, seneng, haru, bangga bisa menjadi bagian dari upacara wisuda ke 133 Universitas Diponegoro. Because why ???? karena jadi anggota baru PSM Undip jadi bisa nyanyi di acara wisuda dan ditonton rektor hehehe *sebenernya juga biasa aja sih*.

Yang lebih istimewa lagi sebenernya menyedihkan sih, harus melepas “kakak” inspiratif tercinta “angkat kaki” dari Undip :”(. Wisuda tahun ini bertepatan dengan hari magang ceritanya tabrakan gtu deh sob. Awalnya enggak berani buat ijin untuk ikutan nyanyi di acara wisuda tapi  kalau enggag ikutan sedih juga karena ini job 1 yang bertepatan dengan wisuda mbak Infra :”).

Akhirnya dengan agak sedikit gugup minta ijin ke atasan untuk ikutan job wisuda *sebenernya buat ngehindarin lihat wajahnya si Amin yang ada di tulisan Internship part 1*. Dan ijin pu di acc, seneng tak terkira bisa ikutan nyanyi di wisuda hahahaha.

Wisuda pertama hari Rabu lebih tepatnya tanggal 29 Januari, sengaja ambil sesi 1 alias pagi biar siangnya bisa berangkat magang. Hari 1 sesi 1 ternyata wisuda untuk pasca sarjana dan diploma III. Awal-awal nyanyi lagu pertama suara saya belum siap dan ada beberapa part yang ndesah jadi merasa berdosa. Tapi penampilan apik di lagu Fix You berhasil membayar semuanya.

Wisuda hari ke 2 menjadi yang paling penting bagi saya karena ini adalah wisuda “kakak” inspiratif saya, yang berarti sekarang bakalan jarang banget ketemu *sedih*. Tapi enggag masalah karena di hari ke dua puas foto-foto bersama kelaura Bank SAmpah Srikandhi dan I Speak Project. Pokoknya hari itu penuh sukacita, uadh gitu aja sih *kalem* :))

Internship (part 1)

Boyaahhhhhh………………….akhirnya jadi semester tua dan mengambil mata kuliah magang atau bahasa kerennya internship *sok Inggris*. Walaupun impian magang di PBB belum terwujud tapi ya harus bersyukur karena bisa magang walaupun bukan di PBB. Magang di salah satu instansi pemerintah, BKD namanya atau Badan Kepegawaian Daerah. Tempatnya oke sob, pegawainya juga ramah-ramah sampai lucu-lucu hahahaha.

Hari pertama penempatan mau ditempatin dibagian mana, beruntunglah karena enggag magang disini sendirian hahahaha. Okay…..ditempatin di bagian mutasi. Awalnya ngebayangin horor gitu sih kayak mau diapain aja, tapi ya ternyata hahaha agak absurd wkwkwkwk. Okay lanjut nih, jadi hari pertama isinya cuma perkenalan dan disuruh main komputer *ini udah berasa pindah tempat online hhaha.

Disini ada salah satu orang yang nyebelin banget nih sob, sebut saja namanya Amin. Nah, dari awal masuk entah kenapa enggag bisa akur sama nih orang mungkin karena golongan darahnya sama jadi sifat wataknya hampir sama jadilah tak bisa menyatu. Orang ini tiap hari punya istilah istimewa mulai dari autis hingga oneng. Ya maklum sob dia pinter jadi kalau ketemu orang yang agak-agak aneh macam saya gini agak ilfill. Dan yang paling nyebelin lagi dia juteknya minta ampun, terus ngerokok di ruang AC. Ceritanya doi enggag tau kalau saya alergi asap rokok dan bisa sesak nafas karenanya. Setelah dicari-cari sumbernya nah ternyata malah dia yang ngerokok *tepok jidat* lagi mikir aja kenapa orang pinter punya sisi dodol. Tapi ya itulah manusia maklum ajalah ya.

Okeee sampai disini dulu cerita internshipnya nanti disambung lagi ke part 2 dan part 100 kayak sinetron *ditimpuk orang se-tumblr* hahaha :D 

#YERT 2013 Surakarta

Hai hai hahahaha akhirnya setelah sekian lama bisa juga nulis disini. Okay, kali ini mau sedikit share tentang acara keren di akhir tahun 2013 lalu *basi sih* *tapi ya sudahlah* hahaha. Desember tahun 2013 memang hari bulan yang benar-benar istimewa *sebenernya biasa aja sih* *terserah gimana maunya* :p. Setelah tanggal 20-22 Desember pelantikan PSM Undip angkatan 42, minggu depannya tepatnya tanggal 28-29 Desember 2013 berkesempatan untuk pergi ke Solo seorang diri.

Ya, ini adalah perjalanan sendirian pertama ku, ya secara biasanya kan pergia sama mom and dad kali ini dilepasin gitu aja. Sebenernya mom and dad enggag ngijinin sih tapi berhubung saya yang bisa dibilang sedkit bohong dan membangkang akhirnya di acc juga :D

Okay, lanjut. Hari pertama yaitu hari Sabtu tanggal 28 Desember, bangun pagi-pagi jam 4 pagi *kalau enggag lupa* mandi dan cuss berangkat pergi ke Sukun. Sukun itu di Banyumanik sob, itu tempat buat nunggu bus-bus yang mau keluar kota gitu. Perjalanan kesana naik motor dan dingin *ya iyalah kan pagi* dan enggag pake acara nunggu bus juga sih karena busnya udah stand by disana, jadi langsung naik Bus Safari yang warna ijo itu sob, tapi eike kagak jadi hewannya loh ya *catet*. Perjalanan sekitar 2,5 sampai di Kota yang menurut saya nyaman dan eksotis budayanya. 

Acaranya mulai jam 09.00 sih sebenernya, dan baru nyape di Solo sekitar jam 08.15. Pertama kali menginjakkan kaki di Solo seorang diri dan jantung dag dig dug karena enggag tahu jalan. Diselamatkan oleh taksi kosti yang ada di Kerten, karena emang turun di Kerten. Sampai disitu langsung cuss ke venue #YERT2013 yaitu di Rumah Dinas Walikota di depan Monumen Pers *yang mau liburan kesana silahkan* :). Akhirnya setelah perjuangan dari Semarang ke Solo sampailah juga di Rumah Dinas Wakil Walikota Surakarta. Sampai disana langsung disambut dengan sarapan berupa makanan khas Solo, ada Soto dan Nasi Liwet *wajib nyoba akalau ke Solo*.

Hari pertama #YERT2013 Solo diisi dengan agenda pembukaan dan sesi-sesi menarik lainnya. Pembicaranya ada mbak Desinta dari NEFC Pusat dan koordinator Lingkar 21 tingkat nasional yaitu mas Sago *cuma ini doank yang diinget* *mohon maklum*. Mereka berbicara mengenai dunia pendidikan yang ada di Indonesia. Tiap sesi selalu diakhiri dengan diskusi, pokoknya produktif banget deh. Acara berlangsung sampai jam 17.30 dan diakhiri dengan YEPA atau Youth Educators Performing Arts. Nah ini bagian yang paling menarik, karena dari Semarang enggag berpikir untuk perform tapi begitu sampai sana karena ada yang mengundurkan diri jadilah saya perform *seneng bisa perform* hehehe. Untungnya juga bawa flash disk yang ada minus onennya, dan seperti biasa nyanyi lagunya Ariana Grande Feat Nathan Skyes yang judulnya Almost Is Never Enough, sambutan dari temen-temen peserta ternyata diluar dugaan dan disuruh nyanyi duat dengan mbak Dian. Mbak Dian ini mahasiswi UNS Arsitektur dia jago main gitar dan suaranya bagus, maklumlah anak PSM UNS. Dan kitapun berkolaborasi bersama di lagu Tiba-tiba Cinta Datang dan Malaikat juga tahu, di acara itu juga pertama kalinya saya mengajak nyanyi bareng penonton hehehe.

Oh iya………. di Solo itu ada taksi yang reccomended banget buat yang mau jalan-jalan nyaman dan murah, namaya Gelora Taksi dijamin murah dan pelayanannya memuaskan *bukan marketing*.

NEXT #YERT2013 Day 2 :D

Hari ke 2 juga enggag kalah excitednya nih sob, secara pembicaranya keren-keren banget mulai dari praktisi atau aktivis pendidikan, pengusaha muda, dan juara 2 putra Solo 2012 hoho. Materi yang dibawakan juga keren, mulai dari mengenai masalah pendidikan dan ekonomi, masalah sosial dan ekonomi serta tentang presenting with impact. Seperti di hari 1 setelah sesi ada diskusi begitu seterusnya sampai acara selesai. Hari kedua menyenangkan sekaligus sedih karena harus berpisah dengan teman-teman yang di Solo *kali ini agak melow*. Tapi ya begitulah hidup ada pertemuan pasti ada perpisahan. Tapi enggag masalah karena kita masih bertegur sapa dan bertemu di social media. Suatu saat pasti kita dipertemukan kembali. Pokoknya #YERT2013 Surakarta salah satu moment yang paling indah di 2013.

Youth ESN “Muda, mendidik, membangun bangsa”

#YERT2013 Surakarta “Muda, cerdas, berkarya!”

M-Stute 2013

Hai hai…lama menghilang dan tak muncul disini hehehe.

Langsung aja yahh. Mau cerita tentang berkat yang boleh diterima di bulan Desember ini. Ceritanya di mulai dari M-Stute 2013.

M-Stute 2013 adalah pelatihan atau sekolah untuk menjadi Mawapres. Mawapresadalah Mahasiswa Berprestasi. Jadi acaranya sudah berlangsung dari tanggal 30 November-1 Desember yang lalu (late post ceritanya).

Awalnya enggag tertarik ikut acara ini karena udah daftar untuk acara yang lainnya. Jadi waktu itu di kampus lagi ada 

3 acara dan acaranya keren-keren semua (ceritanya galau milih yang mana). Akhirnya setelah mempertimbangkan banyak hal, aku memilih buat ikutan M-Stute 2013.

Hari pertama M-Stute diisi oleh materi-materi seputar mawapres. mulai dari apa itu mawapres sampai bagaimana seleksi mawapres baik di tingkat fakultas, universitas maupun nasional. Nah, yang paling menarik dari hari pertama adalah sesi terakhir. Kenap menarik ? karena sesi terakhiradalah sesi sharing dengan mawapres-mawapres, ada mbak Infra Ranisetya (Mawapres Undip 2012), Mas Greget Kalla Buana (Mawapres UNS 2012, dan mbak Birul Qodriyah (Mawapres UGM 2013). Masing-masing dari mereka menceritakan pengalamnnya saat ikutan seleksi mawapres. Mereka punya cerita masing-masing yang pastinya sangat menginspirasi.

Awal kuliah enggag tetarik buat jadi mawapres. Ya maklum saya ini bisadibilang mahasiswa yang biasa saja. Saya bukan mafia konferensi dan sertifikat hunter. Walupun sebagian teman saya mengangga saya ini sertifikat hunter (padahal ikut seminar yang topiknya sesuai passion doank). Jadi buat menjadi seorang mawapressangat berat bagi ku, apalagi saya sudah telat mendaftar mawapres tingkat jurusan (karena pengumumannya sembunyi-sembunyi).

Oke lanjut hari kedua

Di hari kedua adalah simulasi tentang kompetisi mawapres. Enggag berharap menang sih, yaa maklum sertifikat yang saya bawa cuma 8 biji dan itu biasa-biasa saja levelnya. Bikin KTI sampai jam 1 pagi berserta pptnya dan alhasil muka mirip panda (sedikit curhat).

Kompetisi pun dimulai jeng ….jeng…..jeng….

Pesertanya cuma 10 sih dan dibagi menjadi 2 kategori yaitu 2010 dan 2011, dan 2012 dan 2013 jadi kelasnya beda. Saya mendapatkan giliran maju no 4 (untung enggag nomer 1). Sembari menunggu saya membaca kembali KTI absurd yangsaya buat, sebenernya KTInya jauh dari kata sempurna (jauh banget) tapi ya berusaha PD.

Giliran masuk ruang simulasi

Pertama ada seleksi sertifikat dan kepribadian disini jurinya ada mas Greget Kalla Buana (Mawapres1 UNS 2012). Ditanya banyak hal sekaligus definisi mawapres menurut saya pribadi. Tapi pertanyaan yang paling saya ingat adalah seberapa yakin saya menjadi juara di kompetisi tersebut. Jawaban saya waktu adalah saya tidak begitu yakin karena KTI saya yang absurd banget dansertifikat yang cuma 8 (paling sedikit dibandingkan peserta lain). Tapi mas Greget memberi masukan bahwa sertifikat bukansatu-satunya komponen penilaian mawapres, malahan ada finalis mapresnas yang serifikatnya cuma 14 (seketika itu juga tercengang).

Tibalah waktu presentasi, dan saya presentasi dengan menggunakan ppt seadanya (namanya juga dadakan). Saat presentasi saya gunakan bahasa Indonesia, bukan karena tidak bisa bahas Inggris tapi karena saya takut salah lidah nantinya. Nah disini jurinya adalah mas Raju (mawapres 2 Undip 2012) dapet masukan banyak banget dari mas Raju tentang KTI dan presentasi.

And then jeng….jeng……at last but not least TALENT SHOW wuuuuuuuu

Disini excited banget, kenapa ? ya karena talent show ku pasti nyanyi hehehe. Pas nyanyi sempet salah lirik tapi berhasil bikin ruangan jadi hening.

Waktu pengumuman nih…..

Pertama diumumin dulu siapa yang masuk 5 besar. Seperti biasa deg deg degam dikit tapi enggag berharap juga. Tapi…..waktu pengumuman itu tiba kaget bukan main karena aku masuk 5 besar (sama sekali tidak menyangka). Karena masuk 5 besar itu aku harus menampilkan talent show lagi untuk memilih juara 1, 2 dan 3. Yang ini saya dapat urutan pertama tampil. Nerveous itu pasti, apalagi saya nyanyi gaya klasik yang sudah saya pelajari sejak SMP secara otodidak. Lagi-lagi salah lirik, tapi ya terjang aja penyanyi kan harus professional :p

Nah saat yang ditunggu tiba yaitu PENGUMUMAN…..

Lagi-lagi enggag yakin bisa masuk 3 besar (saya tipe orang yang sering meremehkan diri sendiri). Awalnya mengira bakal jadi juara 5, tapi ternyata bukan juara 5. Terus mengira bakalan jadi juara 4 tapi juga bukan juara 4.

Dan akhirnya inilah yang saya dapatkan….

image

Enggag nyangka sih, karena memang semua peserta hebat-hebat KTI serta presentasinya. Tapi ya inilah kenyataannya. Sempat berpikir saya mampu menjadi juara ke 3 saat para panita berfoto dengan piagam ini dansaya sedang mneunggu giliran untuk masuk ruang penjurian. Dan Tuhan mewujudkan hal itu. Walu bukan juara 1 ataupun 2. Juara 1 dari FPIK namanya Afriza Aziz yang jago banget nari, dan juara 2 yaitu I Gusti (nama lengkapnya lupa) yang jago nyanyi dan suaranya enak.

Ini foto saat menerima hadiah

image

Foto bersama Mawapres di hari 1

image

image

Ini foto bersama para pemenang dan mawapres

image

image

Foto bersama para peserta dan mawapres di hari ke 2

image

image

Oke.. . sekian dulu ceritan saya tentang M-Stute. Semoga saya bukan hanya menjadi mawapres 3 versi M-Stute tetapi juga bisa menjadi Mawapres 3 se-Undip. Tetapi yang terpenting adalah bagaimana saya bisa menjadi mawapres untuk diri saya sendiri.

Semoga cerita singkat saya menginspirasi kalian semua :)

Anak Otodidak

Apa yang terbesit di pikiran ketika mendengar kata “otodidak” ? Tentulah belajar tanpa pendidikan khusus seperti kursus atau les. belajar mandiri tanpa bantuan dari guru atau orang lain. mempelajari melalui buku, video, music, dan lain sebagainya. Beberapa waktu yang lalu saya melihat tayangan Kick Andy, disitu ditayangkan seorang anak berusia 16 tahun yang mampu menguasai 9 bahasa. Bahkan dia mempelajarinya secara otodidak. Dia belajar melalui buku, video, music, dan film, dan dia juga mempraktekan percakapan yang dia dengar di depan cermin. Namanya Gayatri, seorang gadis remaja yang berasal dari Ambon. Dia adalah duta Anak Se-ASEAN *pemimpinnya* berkat kemampuannya berbicara dalam 9 bahasa. Gayatri berasal dari keluarga sederhana, ayahnya hanya seorang pembuat ukiran tulisan di pinggir jalan. Tapi kemampuannya di atas rata-rata. Dia mampu melebihi anak seusianya walau tidak menempuh kursus maupun les. Kerja keras dan usahanya untuk menembus keterbatasan patut dicontoh oleh anak-anak muda. Gayatri adalah inspirasi bagi saya dalam memnpelajari bahasa.

Saya memang bukan anak orang kaya, saya hanya terlahir di keluarga yang sederhana. Saya juga jarang dan bahkan tidak pernah menempuh pendidikan khusus seperti les maupun kursus tertentu. Saya mempelajari segala hal secara otodidak. Saya belajar dari buku, menonton televisi, menonton video, mendengarkan music dan lain sebagainya untuk menambah kemapuan saya. Hasilnya ? kemampuan saya tidak kalah dengan teman-teman saya yang mungkin menempuh kursus maupun les. Bagi saya belajar adalah yang pertama dan yang utama di dalam kehidupan. Seumur hidup kita akan terus belajar melalui banyak hal dan melewati banyak hal. Belajar yang baik tidak harus melalui kursus maupun les, asalkan kita mau bersungguh-sungguh dan berusaha keras untuk mencapai apa yang kita inginkan apapun media belajar yang kita punya dapat membantu kita dalam mempelajari sesuatu. Intinya adalah memaksimalkan apa yang kita miliki dengan kemauan dan kerja keras semua impian pasti bisa terwujud.

Bertekun dan bersungguh-sungguh dalam belajar dapat menghasilkan hasil yang maksimal. Learn is the most important thing in this life, so learn learn learn more to get the more knowledge. :)

Live In ! :D

Bicara tentang live in aku selalu ingat saat live in pertama ku. Salah satu program dari kampus ungu yang mewajibkan mahasiswa/mahasiswinya untuk mendapatkan sertifikat dari kegiatan tersebut. Walau awalnya aku berangkat dengan bersungut-sungut tetapi setelah mengikuti kegiatannya aku merasa senang. Sebenarnya saat itu tempatnya merupakan kawasan berbahaya, karena bisa dikatakan tempat itu merupakan lereng gunung Merapi. Kami berangkat kira-kira dua hari setelah letusan pertama gunung Merapi bulan Oktober 2010 lalu.

Perjalanan ke Boyolali sangat menyenangkan. Banyak teman-teman ku yang sebenarnya tidak ingin mengikuti acara ini karena takut efek dari letusan Merapi. Hari pertama adalah live in, aku sedikit tertarik karena sebelumnya aku belum pernah live in (kasihan sekali aku ini). Saat sampai di tempat live in, sebenarnya perasaan ku biasa saja karena bisa dikatakan rumahnya lumayan bagus. Tetapi saat melihat kamar mandinya aku sedikit terkejut. Bagaimana tidak terkejut kamar mandinya tanpa pintu, hanya ditutupi bak mandi yang tinggi.

Sehari berada disana. keesokkan harinya aku dan teman-teman ku membantu pemilik rumah melakukan pekerjaannya, termasuk memasak dengan tungku. Aku melakukannya dengan teman ku, dia mengawasi api sedangakan aku yang memasak. Walau pedih dimata saat memasak tetapi hasil masakan ku lumayan juga (hehehe).

Dari situ aku belajar aku sangat beruntung berada di tempat ku sekarang. Di tengah kota dan tentunya tidak berdekatan dengan gunung api yang sewaktu-waktu bisa meletus. Belajar hidup sederhana memang menyenangkan, tetapi akan lebih menyenangkan bila dilakukan sepenuh hati. : ) :D

Live In kedua ku belum lama ini yaitu tanggal 25-27 Mei, di Desa Bucu, Jepara. Kali ini tidak kalah menyenangkan dengan live in pertama ku. Menempati rumah yang sederhana, dan lagi lagi yang aku takutkan adalah kondisi kamar mandinya. Sebenarnya kamar mandinya bisa dikatakan lumayan, hanya airnya saja yang sedikit tidak bersih.

Disini pula untuk pertama kalinya aku mempimpin saat teduh dihadapan senior. Hal yang tidak pernah ku lakukan. Walupun sedikit gugup tetapi aku tetap berusaha untuk memimpin saat teduh dengan baik. Hasilnya lumayan juga (karna jiwa pemimpin ku yang kuat). Aku pun menjadi penanggung jawab rumah. Hanya yang sedikit mengesalkan adalah saat disuruh cuci piring sehabis perjamuan kasih. Karena terbiasa di rumah mencuci dengan wastafel sedangkan di tempat ini tidak ada wastafel. sehingga terpaksa duduk berjongkok.

Awalnya memang ku pikir cepat selesai tapi ternyata piringnya banyak sekali. Cukup membuat kaki ku pegal dan punggung ku merasa lelah. Tapi itu tidak jadi masalah karena mencuci piring kan juga melayani Tuhan. :) (capeknya terasa setelah sampai di rumah).

Disini pula aku belajar untuk tidak manja dan dapat beradaptasi dengan situasi apapun. Belajar untuk hidup seadanya. Tuhan terima kasih yyaa Kau tempatkan aku ditempat yang nyaman. Maafkan aku jika sering mengeluh. Jika aku ada diposisi mereka yang tinggal didesa jauh dari keramaian aku pasti bisa mati. Tuhan terima kasih, Engkau membuat hidup ku sempurna : ) :D.

Apa Kabar Teman Baik ?

Lama tidak bertemu, lebih tepatnya satu semester ini. Sejak keputusan bodoh yang ku buat waktu itu, aku harus merelakan kehilangan teman seperti dirimu dan yang lainnya.

Kita bertemu saat awal semester pertama, pertemuan yang lucu namun aku bahagia mengingatnya. Dipertemukan dalam satu kelompok mata kuliah, aku yang sebelumnya tidak mengenal mu menjadi mengenal mu dan menjadi teman mu. Aku berpikir kau adalah teman yang biasa saja, teman yang pintar (i think) tetapi juga teman yang hobi sekali galau (maaf untuk hal ini).

Waktu berlalu, berdiskusi bersama, mengerjakan tugas bersama, belajar bersama, dan galau bersama (terkadang aku ikut galau). Kita semakin akrab dan banyak teman teman yang berpikir bahwa suatu hari aku akan menyukai mu dan kau akan menyukai ku (aku tertawa mengingat hal ini). Kita hanya saling sangkal apabila ada teman yang mengatakan hal itu (terutama aku yang menyangkalnya dengan keras).

Masuk di semester kedua, kita kembali bertemu. Kali ini hanya pada satu mata kuliah kita menjadi partner dalam kelompok (dua mata kuliah). Disini rasa kesal terhadap dirimu mulai ku rasakan. Kau begitu menyebalkan, apalagi ketika dirimu menghilangkan satu berkas tugas yang harus dikumpulkan (untung kau komting, jadi kau bisa negosiasi dengan dosennya). Lebih menyebalkan ketika ada seorang teman ku yang berkata bahwa dia menangis karena sms salah paham dengan dirimu (maafkan teman ku).

Dipenghujung waktu aku kuliah di sana, ada hal yang tidak ingin aku ketahui, tetapi kau memberitahu ku. Seketika itu juga aku sangat terpukul mendengarnya, dilain sisi aku bahagia bisa lolos SNMPTN. Tetapi hari itu aku merasa tidak bahagia, karena pada akhirnya aku tidak akan jadi teman mu lagi. Saat kau terpuruk aku tidak ada disisi mu, aku adalah teman yang buruk bagi mu (maafkan aku).

Dan pesan terakhir mu yang selalu ku ingat, “semoga kau mendapatkan teman yang baik, bukan seperti diriku, seorang teman yang buruk. Semoga sukses dan bisa membahagiakan orang tua mu”

Kau bukan teman yang buruk, kau teman yang baik untuk ku : )

See You Soon Kampus Ungu, Unika Soegijapranata : )

Sebenarnya masih berat dan mungkin sangat berat untuk melangkah ke tempat yang baru. Bukan waktu yang sebentar memang, ketika kita merasa menemukan teman dan keluarga baru dan tiba tiba kita harus meninggalkan mereka.

Menghabiskan waktu selama dua semester di Unika Soegijapranata Semarang benar-benar sangat luar biasa. Awalnya mungkin merasa ini adalah hal yang teerburuk. Tapi seiring dengan berjalannya waktu, seiring dengan banyaknya waktu yang dilewati bersama teman teman tercinta, mulai mengerti bahwa ini yang terbaik. Suka duka telah dilewati disana, berlari menuju ruang kelas, mendinginkan otak di perpustakaan, dan lain sebagainya, semua sangat menyenangkan.

Tetapi kini semuanya telah berlalu. Sudah berada di tempat yang baru yang mana aku kira lebih baik dari kampus ungu. Merasa menyesal setelah masuk di tempat yang baru, tetapi apa daya semuanya telah berlalu.

Merindukan teman teman yang ada di lingkungan kampus ungu Unika Soegijapranata. Mereka yang setiap hari selalu menemani ku, mengerjakan tugas bersama dan menggila bersama. Semua hal yang pernah ada dan pernah ku lalui di kampus ungu tidak akan pernah terlupakan, karena sangat begitu berharganya pengalaman tersebut.

Aku tahu dan mengerti bahwa tidak ada pertemuan yang abadi begitupun sebaliknya tidak ada perpisahan yang abadi. Selalu percaya bahwa aku akan kembali lagi kesana, tertawa dan tersenyum bersama teman teman yang sangat ku kasihi dan sangat mengasihi ku. Entah itu kapan, aku percaya mereka selalu ada di dekat ku.

See you soon, kampus ungu Unika Soegijapranata : )

Kenapa Memilih Untuk “Sendiri”

Punya pacar di usia remaja pasti sangat diinginkan, apalagi anak-anak sekarang yang cenderung lebih cepat dewasa. Sebenarnya itu sah-sah saja karena itu juga bisa menjadi pembelajaran bagi mereka.

Tetapi saya sangat jauh berbeda dengan anak-anak kebanyakan. Semasa SMA saya cenderung lebih suka belajar dan mencari hal-hal baru yang menyenangkan. Malam mingguan pun saya tidak pernah *kasihan banget*. Tapi saya bersyukur sebagai anak yang sangat dijaga ketat oleh orang tua saya, saya lantas tidak menjadi stress atau bahkan memberontak. Saya justru senang mendapat perhatian lebih dari orang tua saya.

Semasa SMA tentu saja saja juga pernah berpacaran. Tetapi saya tidak terlalu ambil pusing jika akhirnya harus berpisah. Saya pun bisa dengan cepat  melupakan orang itu dengan menghabiskan waktu dengan teman teman saya.

Lambat laut setelah mengerti, saya mulai memilih untuk tidak berpacaran dengan orang sembarangan. Seiring berjalannya waktu, saya lebih memilih untuk tidak memilki pacar terlebih dahulu. Itu karena saya masih sangat labil dalam berhubungan. Saya tipe orang yang tidak bisa terikat dengan orang lain, tidak begitu suka diatur, dan diperhatikan lebih oleh orang lain *kecuali orang tua saya*. Jadi saya lebih memilih betah untuk “sendiri” atau single.

Menjadi single itu sangat menyenangkan. Karena kita akan lebih fokus pada impian impian kita dan apa yang ingin kita capai. Akan ada lebih banyak waktu yang bisa diluangkan untuk bersama teman teman dan keluarga. Jika dinikmati menjadi single itu adalah suatu anugerah yang Tuhan berikan kepada kita untuk lebih memfokuskan diri pada tujuan yang ingin kita capai.

Tidak bisa dipungkiri, saya juga terkadang merasa iri dengan teman-teman saya yang dianter pacarnya, ditemeni dan di support sama pacarnya. Tapi ke-iri-an saya ini hanya sebatas itu saja, dan tidak lebih.

So, tidak selamanya “sendiri” itu menjadikan kita galau, justru menyenangkan :D